Meningkatkan kesadaran risiko melalui identifikasi bahaya sejak dini merupakan langkah utama dalam mencegah kecelakaan kerja. Bulletin ini mengajak seluruh pekerja untuk lebih peduli, waspada, dan proaktif dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman.
Deskripsi Bulletin QHSE Bulletin ini mengajak seluruh insan perusahaan untuk membiasakan berpikir aman sebelum memulai pekerjaan sebagai langkah awal dalam mencegah insiden kerja. Dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, bulletin ini menekankan pentingnya mengenali risiko, mengikuti safety briefing, menggunakan APD dengan benar, serta berani menghentikan pekerjaan apabila kondisi tidak aman. Melalui kebiasaan berpikir aman yang dilakukan secara konsisten, diharapkan setiap pekerjaan dapat berjalan lebih selamat, lancar, dan produktif. Berpikir aman bukan hanya melindungi diri sendiri dan rekan kerja, tetapi juga menjadi kunci utama dalam mewujudkan proyek tanpa insiden dan mendukung pencapaian target Zero Accident perusahaan.
Deskripsi Singkat Bulletin QHSE Januari 2026 Bulletin QHSE Januari 2026 menjadi awal langkah PT. Adyawinsa Telecommunication & Electrical dalam memperkuat komitmen keselamatan, mutu, dan produktivitas kerja. Mengusung tema “Kick Off QHSE 2026: Menyatukan Komitmen Menuju Zero Accident & Zero Defect”, bulletin ini mengajak seluruh insan perusahaan untuk menjadikan QHSE sebagai fondasi utama dalam setiap aktivitas kerja. Melalui pesan yang ringan dan mudah dipahami, bulletin ini menegaskan bahwa bekerja aman dan berkualitas bukanlah penghambat target, melainkan kunci keberhasilan proyek dan keberlanjutan perusahaan. Mari awali tahun 2026 dengan semangat kebersamaan, disiplin, dan kepedulian, untuk mewujudkan lingkungan kerja yang selamat, hasil kerja tanpa cacat, dan masa depan Adyawinsa yang semakin jaya.
Artikel ini membahas pentingnya menerapkan Just Culture atau budaya yang adil dalam menangani insiden di tempat kerja. Alih-alih mencari siapa yang bersalah, Just Culture mengajak kita untuk mencari akar masalah dalam sistem kerja agar bisa dilakukan perbaikan secara menyeluruh. Pendekatan ini membedakan antara kesalahan manusiawi (human error), perilaku berisiko (at-risk behavior), dan tindakan ceroboh (reckless behavior), serta menyesuaikan respon yang tepat untuk masing-masing jenis kesalahan. Dengan mengedepankan keadilan, keterbukaan, dan pembelajaran dari insiden, Just Culture mendorong terciptanya lingkungan kerja yang lebih aman dan saling mendukung. Artikel ini juga menyajikan contoh kasus nyata di lapangan serta langkah-langkah perbaikan yang tidak hanya fokus pada individu, tetapi juga pada perbaikan sistem kerja secara keseluruhan.
"Meningkatkan Sistem Manajemen K3 untuk Mencegah Kecelakaan Kerja" Artikel ini membahas pentingnya penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di PT Adyawinsa Telecommunication & Electrical, terutama setelah terjadinya kecelakaan kerja baru-baru ini. Kecelakaan tersebut menjadi pembelajaran penting untuk terus memperbaiki dan memperkuat sistem K3 guna mencegah insiden serupa di masa depan. Artikel ini mengulas faktor-faktor penyebab kecelakaan kerja, seperti kurangnya kesadaran K3, ketidakkonsistenan dalam penerapan SOP, lemahnya pengawasan, serta kelelahan kerja. Sebagai upaya perbaikan, perusahaan mengambil langkah-langkah strategis, seperti meningkatkan pelatihan dan kesadaran K3, memperkuat implementasi SOP, melakukan audit dan inspeksi berkala, meningkatkan sistem pelaporan kecelakaan, serta mengelola kelelahan kerja secara lebih efektif. Dengan adanya komitmen bersama dari seluruh karyawan, PT Adyawinsa Telecommunication & Electrical bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, dan produktif. Artikel ini menekankan bahwa keselamatan bukan hanya aturan, tetapi investasi jangka panjang bagi perusahaan dan seluruh pekerja.
Pada acara Town Hall yang berlangsung di Kantor Pusat PT Adyawinsa Telecommunication & Electrical, Bapak Rony Dosonugroho, Direktur Utama perusahaan, menekankan pentingnya menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Pola hidup sehat ini terbagi menjadi lima bagian yang saling melengkapi: Pola Makan, Pola Istirahat, Pola Olahraga, Pola Berpikir, dan Pola Bergaul. Berikut penjelasan dari masing-masing pola tersebut:
Berikut ini adalah Pendataan karyawan yang telah mengikuuti sosialisasi Kebijakan K3 Melalui Media Publikasi Web
info penting nya tanggap darurat perusahaan
