ate

Kick Off QHSE 2026: Menyatukan Komitmen Menuju Zero Accident & Zero Defect

Kick Off QHSE 2026: Menyatukan Komitmen Menuju Zero Accident & Zero Defect
qhse
qhse
05 Jan 2026
|
General

Kick Off QHSE 2026: Menyatukan Komitmen Menuju Zero Accident & Zero Defect

Pendahuluan

Memasuki tahun 2026, PT. Adyawinsa Telecommunication & Electrical kembali melangkah dengan semangat baru untuk mencapai target perusahaan yang lebih tinggi, lebih kuat, dan lebih berkelanjutan. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Engineering, Procurement, and Construction (EPC), khususnya pada sektor Telekomunikasi dan Energi Terbarukan, tantangan yang dihadapi tidaklah ringan. Lingkup pekerjaan yang tersebar di berbagai lokasi, karakter proyek yang dinamis, serta aktivitas kerja dengan tingkat risiko tinggi menuntut kesiapan, disiplin, dan komitmen dari seluruh insan perusahaan.

Di tengah tuntutan pencapaian target proyek, satu hal yang tidak boleh dikompromikan adalah keselamatan kerja, mutu pekerjaan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Oleh karena itu, tahun 2026 diawali dengan Kick Off QHSE sebagai momentum penting untuk menyatukan langkah, menyamakan persepsi, dan memperkuat budaya kerja yang aman, berkualitas, dan produktif.

QHSE bukan sekadar kewajiban administratif atau tanggung jawab satu departemen saja. QHSE adalah cara kita bekerja, cara kita berpikir, dan cara kita menjaga satu sama lain. Melalui bulletin ini, Departemen QHSE mengajak seluruh karyawan, baik di kantor maupun di lapangan, dari generasi senior hingga generasi muda, untuk memahami kembali makna Zero Accident dan Zero Defect sebagai tujuan bersama yang realistis, terukur, dan dapat dicapai apabila dijalankan dengan komitmen yang konsisten.

QHSE sebagai Fondasi Keberhasilan Perusahaan

Kesuksesan sebuah proyek tidak hanya diukur dari ketepatan waktu penyelesaian atau besarnya nilai kontrak, tetapi juga dari bagaimana proyek tersebut dijalankan. Proyek yang sukses adalah proyek yang mampu diselesaikan tanpa kecelakaan kerja, tanpa cacat mutu, dan tanpa dampak negatif terhadap lingkungan.

QHSE hadir sebagai fondasi utama untuk memastikan seluruh aktivitas kerja berjalan dengan aman, efisien, dan berkualitas. Penerapan QHSE yang baik akan:

  • Melindungi keselamatan dan kesehatan pekerja
  • Menjaga kualitas hasil pekerjaan
  • Mengurangi potensi kerugian akibat kecelakaan, rework, dan klaim
  • Meningkatkan kepercayaan pelanggan dan stakeholder
  • Mendorong produktivitas dan keberlanjutan bisnis perusahaan

Dengan kata lain, QHSE bukan penghambat target, tetapi justru pendukung utama pencapaian target perusahaan.

Makna Zero Accident dan Zero Defect

Sering kali Zero Accident dan Zero Defect dianggap sebagai slogan yang sulit diwujudkan. Padahal, kedua target tersebut bukan sesuatu yang mustahil jika diterjemahkan ke dalam perilaku kerja sehari-hari.

Zero Accident berarti tidak adanya kecelakaan kerja yang menyebabkan cedera, sakit akibat kerja, maupun kerugian material. Ini dapat dicapai melalui:

  • Kepatuhan terhadap prosedur kerja aman
  • Penggunaan APD secara lengkap dan benar
  • Identifikasi bahaya dan pengendalian risiko sebelum bekerja
  • Kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan rekan kerja

Sementara itu, Zero Defect berarti hasil pekerjaan yang sesuai standar, spesifikasi, dan persyaratan mutu sejak awal, tanpa perlu perbaikan berulang. Hal ini menuntut:

  • Pemahaman standar kerja dan spesifikasi teknis
  • Disiplin dalam mengikuti metode kerja
  • Ketelitian dan tanggung jawab terhadap hasil pekerjaan
  • Koordinasi yang baik antar tim

Kedua target ini saling berkaitan. Lingkungan kerja yang aman akan mendukung kualitas kerja, dan pekerjaan yang berkualitas akan mengurangi risiko kecelakaan.

Budaya QHSE: Dari Aturan Menjadi Kebiasaan

Salah satu kunci utama keberhasilan QHSE adalah budaya kerja. Budaya QHSE bukan terbentuk dalam satu malam, tetapi dibangun secara konsisten melalui kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.

Budaya QHSE tercermin dari:

  • Cara kita memulai pekerjaan dengan safety briefing
  • Kebiasaan memeriksa peralatan dan area kerja
  • Keberanian menegur rekan kerja yang tidak aman
  • Kesediaan melaporkan kondisi tidak aman (unsafe condition) dan hampir celaka (near miss)
  • Kepatuhan terhadap standar mutu tanpa kompromi

Ketika QHSE sudah menjadi budaya, maka bekerja aman dan berkualitas tidak lagi terasa sebagai beban, melainkan sebagai kebutuhan dan kebanggaan.

Peran Setiap Insan Adyawinsa

Keberhasilan QHSE tidak hanya ditentukan oleh sistem dan prosedur, tetapi oleh manusia yang menjalankannya. Setiap insan Adyawinsa, tanpa terkecuali, memiliki peran penting dalam mewujudkan Zero Accident dan Zero Defect.

  • Manajemen berperan dalam memberikan arahan, kebijakan, dan dukungan yang jelas terhadap implementasi QHSE.
  • Supervisor dan Leader Lapangan menjadi teladan dalam penerapan keselamatan dan mutu kerja.
  • Pekerja dan Teknisi adalah pelaksana utama yang memastikan setiap pekerjaan dilakukan sesuai standar.
  • Departemen QHSE berperan sebagai fasilitator, pengawas, dan penggerak budaya QHSE.

Dengan kolaborasi yang kuat, QHSE tidak lagi menjadi tanggung jawab individu, melainkan tanggung jawab kolektif.

QHSE dan Produktivitas: Berjalan Seiring

Masih ada anggapan bahwa penerapan QHSE akan memperlambat pekerjaan. Faktanya, data dan pengalaman menunjukkan bahwa proyek dengan penerapan QHSE yang baik justru lebih produktif.

Kecelakaan kerja menyebabkan:

  • Hentinya pekerjaan
  • Kehilangan waktu kerja
  • Biaya pengobatan dan perbaikan
  • Penurunan moral tim

Begitu pula dengan pekerjaan yang tidak memenuhi standar mutu akan menimbulkan rework, pemborosan material, dan keterlambatan proyek. Dengan menerapkan QHSE secara konsisten, pekerjaan dapat diselesaikan lebih rapi, lebih cepat, dan lebih efisien.

Kick Off QHSE 2026: Momentum Perubahan Positif

Kick Off QHSE 2026 bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi titik awal untuk memperkuat komitmen bersama. Tahun ini, perusahaan mendorong:

  • Peningkatan kesadaran risiko di seluruh level organisasi
  • Kepatuhan penuh terhadap penggunaan APD
  • Penguatan budaya pelaporan dan pembelajaran dari near miss
  • Konsistensi penerapan standar mutu di seluruh proyek

Setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini akan memberikan dampak besar bagi keselamatan, kualitas, dan keberhasilan perusahaan di masa depan.

Kesimpulan

Tahun 2026 adalah tahun untuk bergerak bersama, menyatukan komitmen, dan memperkuat budaya QHSE di PT. Adyawinsa Telecommunication & Electrical. Zero Accident dan Zero Defect bukan sekadar target di atas kertas, melainkan tujuan nyata yang dapat dicapai melalui kepedulian, disiplin, dan kerja sama seluruh insan perusahaan.

Mari kita jadikan keselamatan sebagai prioritas utama, mutu sebagai kebanggaan, dan QHSE sebagai bagian tak terpisahkan dari cara kita bekerja. Dengan komitmen yang kuat dan konsistensi dalam penerapan, kita tidak hanya melindungi diri sendiri dan rekan kerja, tetapi juga turut membangun perusahaan yang lebih produktif, profesional, dan berjaya.

Bekerja Aman, Bekerja Berkualitas, Bersama Adyawinsa Menuju Masa Depan yang Lebih Baik.


Comments

1
0 comments
2026 © Copyrights PT Adyawinsa Telecommunication & Electrical