
PT. Adyawinsa Telecommunication & Electrical
Dalam setiap aktivitas pekerjaan, terutama pada pekerjaan telekomunikasi, konstruksi, kelistrikan, pekerjaan di ketinggian, perjalanan kendaraan operasional, maupun aktivitas pemeliharaan, selalu terdapat potensi bahaya yang dapat menimbulkan insiden.
Insiden tidak selalu berarti kecelakaan yang menyebabkan cedera. Kondisi tidak aman, tindakan tidak aman, kerusakan peralatan, kejadian nyaris celaka atau near miss, hingga penyimpangan terhadap prosedur merupakan informasi penting yang dapat kita gunakan untuk melakukan perbaikan.
Prinsip utama dalam QHSE bukan hanya mencari tahu “siapa yang salah?”, tetapi memahami “apa yang terjadi, mengapa hal tersebut terjadi, dan apa yang harus diperbaiki agar tidak terulang kembali?”
Setiap insiden harus menjadi pembelajaran bagi seluruh organisasi. Dengan budaya terbuka dalam melaporkan, mengevaluasi, dan menindaklanjuti setiap kejadian, perusahaan dapat terus meningkatkan kinerja Quality, Health, Safety & Environment (QHSE) secara berkelanjutan.
Sebuah kecelakaan besar sering kali tidak terjadi secara tiba-tiba. Sebelumnya dapat muncul berbagai tanda seperti kondisi peralatan yang tidak layak, penggunaan APD yang tidak sesuai, pekerjaan tanpa pemeriksaan risiko, kendaraan yang tidak terawat, komunikasi yang kurang efektif, atau prosedur kerja yang tidak dijalankan dengan benar.
Karena itu, jangan abaikan kejadian kecil.
Near miss hari ini dapat menjadi kecelakaan serius di kemudian hari apabila tidak ditindaklanjuti.
Setiap pekerja memiliki peran penting dalam proses pembelajaran dari insiden. Apabila menemukan kondisi tidak aman atau mengalami near miss, segera laporkan kepada atasan, PIC Project atau QHSE agar dapat dilakukan evaluasi.
Beberapa langkah penting yang harus dilakukan setelah terjadi insiden antara lain:
Amankan kondisi dan lokasi pekerjaan.
Pastikan tidak ada risiko tambahan yang dapat menyebabkan kejadian lanjutan.
Laporkan kejadian dengan cepat dan benar.
Jangan menyembunyikan insiden atau near miss. Pelaporan bukan untuk mencari kesalahan, tetapi sebagai dasar melakukan perbaikan.
Identifikasi penyebab utama.
Evaluasi tidak berhenti pada penyebab langsung. Periksa faktor manusia, metode kerja, peralatan, lingkungan kerja, kompetensi, supervisi, serta efektivitas prosedur.
Lakukan tindakan perbaikan dan pencegahan.
Hasil investigasi harus menghasilkan tindakan nyata, seperti perbaikan metode kerja, revisi JSA/HIRADC, peningkatan inspeksi, toolbox meeting, pelatihan, atau perbaikan peralatan.
Bagikan pembelajaran kepada tim lainnya.
Informasi dari suatu insiden harus menjadi pembelajaran bersama, terutama bagi tim yang melakukan aktivitas pekerjaan serupa.
Pembelajaran dari insiden juga harus menjadi bagian dari siklus Plan – Do – Check – Act (PDCA). Kita merencanakan pekerjaan dengan baik, melaksanakan sesuai prosedur, mengevaluasi hasil pelaksanaan, kemudian melakukan perbaikan secara terus-menerus.
Budaya QHSE yang baik terbentuk ketika setiap orang berani mengatakan:
“STOP apabila pekerjaan tidak aman.”
Melalui penerapan Stop Work Authority (SWA), setiap pekerja memiliki hak dan tanggung jawab untuk menghentikan sementara aktivitas apabila menemukan kondisi yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Mari bersama-sama membangun lingkungan kerja yang lebih aman, berkualitas, sehat, dan peduli terhadap lingkungan.
Jangan menunggu kecelakaan terjadi untuk melakukan perbaikan. Laporkan setiap unsafe action, unsafe condition, near miss, kerusakan peralatan, maupun ketidaksesuaian pekerjaan yang ditemukan.
Ingatlah bahwa satu laporan sederhana hari ini dapat mencegah kecelakaan besar di kemudian hari.
Mari kita jadikan setiap pengalaman sebagai pembelajaran, setiap temuan sebagai peluang perbaikan, dan setiap tindakan kita sebagai bagian dari peningkatan kinerja QHSE perusahaan.
“Belajar dari Insiden, Bergerak untuk Perbaikan, Bersama Menuju Zero Accident.”
QHSE Department
PT. ADYAWINSA TELECOMMUNICATION & ELECTRICAL

An engineering, procurement and construction company in Telecommunication & Electrical solutions with end to end delivery capability.
PT Adyawinsa Telecommunication & Electrical