
Dalam setiap aktivitas kerja, keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab Departemen HSE, Supervisor, Team Leader, atau Manajemen. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama yang harus tumbuh menjadi budaya di setiap level organisasi. PT. Adyawinsa Telecommunication & Electrical terus berkomitmen untuk membangun lingkungan kerja yang aman, sehat, produktif, dan berkelanjutan melalui penguatan budaya Safety Leadership di seluruh lini kerja.
Safety Leadership dapat dipahami sebagai kemampuan setiap orang untuk menunjukkan kepedulian, memberi contoh, mengingatkan, dan mengambil tindakan yang benar demi mencegah kecelakaan kerja. Seorang pemimpin keselamatan tidak selalu harus memiliki jabatan struktural. Setiap karyawan, teknisi, admin, driver, supervisor, hingga manajemen memiliki peran penting untuk menjadi teladan dalam keselamatan.
Budaya Safety Leadership dimulai dari hal sederhana. Memakai APD dengan benar, memastikan alat kerja layak digunakan, membaca dan memahami JSA sebelum bekerja, melakukan briefing sebelum aktivitas, serta berani menghentikan pekerjaan apabila ditemukan kondisi tidak aman. Tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar bagi keselamatan diri sendiri, rekan kerja, perusahaan, dan pelanggan.
Di lingkungan kerja telekomunikasi dan elektrikal, potensi bahaya dapat muncul dari berbagai aktivitas, seperti bekerja di ketinggian, pekerjaan kelistrikan, perjalanan menuju site, penggunaan tools, aktivitas lifting, pekerjaan di rooftop, hingga kondisi cuaca yang tidak menentu. Oleh karena itu, setiap personel wajib memiliki kesadaran bahwa risiko harus dikenali sejak awal dan dikendalikan sebelum pekerjaan dimulai.
Safety Leadership juga berarti memiliki keberanian untuk saling mengingatkan. Dalam bekerja, kita tidak boleh merasa sungkan untuk menegur rekan kerja yang belum menggunakan APD dengan benar, bekerja terburu-buru, mengabaikan prosedur, atau berada dalam kondisi tidak aman. Menegur bukan berarti menyalahkan, tetapi bentuk kepedulian agar semua orang dapat pulang ke rumah dengan selamat.
Manajemen memiliki peran penting dalam memberikan arah, dukungan, dan keteladanan. Namun, keberhasilan budaya keselamatan tidak akan tercapai apabila hanya dijalankan dari atas. Supervisor dan Team Leader perlu memastikan pekerjaan berjalan sesuai prosedur, sedangkan seluruh pekerja lapangan wajib menjalankan instruksi kerja dengan disiplin. Di sisi lain, tim support juga berperan memastikan administrasi, sertifikat, lisensi, tools, APD, dan dokumen pendukung tersedia sesuai kebutuhan operasional.
Salah satu kunci penguatan Safety Leadership adalah komunikasi yang terbuka. Setiap temuan, near miss, unsafe condition, atau potensi bahaya harus dilaporkan dan ditindaklanjuti. Tidak boleh ada budaya menutup-nutupi masalah keselamatan. Laporan yang disampaikan bukan untuk mencari kesalahan, tetapi sebagai bahan pembelajaran agar kejadian serupa dapat dicegah di masa depan.
Selain itu, evaluasi rutin perlu dilakukan untuk memastikan program HSE berjalan efektif. Briefing, inspeksi, audit onsite, audit remote, monitoring compliance, pelatihan, dan kampanye keselamatan harus menjadi bagian dari aktivitas kerja yang berkelanjutan. Dengan evaluasi yang konsisten, perusahaan dapat mengetahui area yang sudah baik dan area yang masih perlu diperbaiki.
Budaya Safety Leadership yang kuat akan menciptakan lingkungan kerja yang lebih disiplin, peduli, dan profesional. Karyawan akan lebih berani mengambil keputusan yang aman, lebih peka terhadap bahaya, dan lebih bertanggung jawab terhadap keselamatan tim. Hal ini juga akan berdampak positif terhadap mutu pekerjaan, kepuasan pelanggan, serta reputasi perusahaan.
Melalui bulletin HSE bulanan ini, PT. Adyawinsa Telecommunication & Electrical berharap seluruh karyawan semakin termotivasi untuk menjadikan keselamatan sebagai nilai utama dalam bekerja. Keselamatan bukan sekadar aturan, bukan hanya dokumen, dan bukan hanya kewajiban saat diaudit. Keselamatan adalah komitmen moral untuk menjaga diri sendiri, rekan kerja, keluarga, perusahaan, dan lingkungan sekitar.
Mari kita perkuat Safety Leadership di setiap level. Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, dan mulai dari hari ini. Jadilah contoh dalam keselamatan, peduli terhadap rekan kerja, serta berani berkata “stop” apabila pekerjaan tidak aman.
Safety starts with me, grows with us, and protects everyone.
